Pemenang Traveler's Choice Awards 2024/25/26

gambar ahli
Bicaralah dengan Pakar Perjalanan (Shiba)ikon whatsapp+977 9841580884
Perencana Perjalanan

10 Fakta Menarik tentang Gunung Everest

10 fakta menarik tentang Gunung Everest, termasuk statusnya sebagai titik tertinggi di Bumi, dengan ketinggian 8,848 meter (29,029 kaki), dan Gunung Everest adalah representasi keindahan alam dan prestasi yang telah dicapai umat manusia. Gunung ini terletak di pegunungan Himalaya dan berbatasan dengan Nepal dan Daerah Otonomi Tibet di Tiongkok. Inilah massa yang menjulang tinggi yang disebut “Sagarmatha” di Nepal dan “Chomolungma” di Tibet. Tempat ini terus menarik para petualang, pendaki, dan penjelajah di seluruh dunia.

Ukuran dan tingkat kesulitannya menjadikan struktur ini terkenal sebagai tempat penyelenggaraan kompetisi tertinggi. Tempat ini menarik orang-orang yang ingin menguji ketahanan mereka. Lokasinya menawarkan arsitektur yang mengesankan dan pemandangan alam yang memukau. Tempat ini juga sangat sakral. Tempat ini penting bagi para Sherpa lokal dan suku-suku Himalaya lainnya. Berbagai tumbuhan dan hewan hidup di sana, dari dasar hingga puncak Gunung X yang berselimut salju. Hal ini membuat tempat ini semakin menawan. 

Namun, risiko yang ada saat ini tinggi. Risiko tersebut meliputi ketinggian, iklim, dan bentang alam yang kompleks dan berbahaya. Namun, Everest tetap menjadi simbol hasrat manusia. Manusia ingin terus mendaki permukaan Bumi yang dingin, tetapi dengan rasa hormat spiritual yang setara.

10 Fakta Menarik Tentang Gunung Everest

Fakta-1: Gunung Everest dikenal sebagai “Chomolungma” di Tibet

Arti lainnya adalah “Chomolungma.” Itu berarti “Dewi Ibu Dunia” or “Ibu Suci” dalam budaya Tibet. Nama tersebut mencerminkan nilai religius yang mendalam bagi orang Tibet. Mitologi setempat menganggap Chomolungma sebagai dewa dan pelindung wilayah tersebut. Gunung ini mewujudkan harmoni alam dan spiritual Himalaya.

Gunung ini sangat besar dan megah. Sulit untuk ditaklukkan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya gunung ini bagi agama Tibet. Nama Chomolungma mencerminkan penghormatan masyarakat setempat terhadap lingkungan alam. Mereka mengagumi keagungannya.

Fakta-2: Gunung Everest Kini Tingginya 8,848.86 Meter

Sejak lama, para ilmuwan dan berbagai negara telah menunjukkan minat terhadap ketinggian Gunung Everest. Pada bulan Desember 2020, setelah bertahun-tahun perdebatan dan pengukuran, Nepal dan Tiongkok mengumumkan ketinggian baru sebuah gunung. 8,848.86 meter (kaki 29,031.7)Ketinggian baru ini ditetapkan berdasarkan survei terkini yang menggunakan fasilitas seperti teknologi GPS modern dan GPR.

Fakta-fakta tentang Gunung Everest

Kolaborasi ini bertujuan untuk menjernihkan perbedaan pengukuran sebelumnya. Kolaborasi ini juga bertujuan untuk memberikan estimasi terbaik saat ini. Pembaruan ini menetapkan bahwa Everest adalah puncak tertinggi di dunia. Pembaruan ini membahas tentang peningkatan dan penurunan ketinggian gunung akibat perubahan geologis dan pergeseran tektonik.

Fakta-3: Laju Pertumbuhan Gunung

Gunung Everest adalah bagian dari Himalaya. Gunung ini tumbuh sekitar 4 milimeter (0.16 inci) setiap tahun. Pertumbuhan ini disebabkan oleh tumbukan tektonik yang terus-menerus. Terjadi di antara Lempeng India dan Lempeng Eurasia. Lempeng-lempeng tersebut saling dorong. Tekanan yang sangat besar menyebabkan kerak Bumi melengkung dan terlipat. Hal ini menyebabkan terangkatnya Pegunungan Himalaya secara bertahap. 

Aktivitas tektonik ini juga membentuk geografi dan aktivitas seismik wilayah tersebut. Hal ini menjadikan wilayah ini salah satu yang paling aktif secara seismik di dunia. Memahami laju pertumbuhan Everest membutuhkan pengetahuan tentang perubahan lempeng tektonik. Permukaan Bumi terus berubah.

Fakta-4: Wanita Pertama yang Mendaki Puncak Everest Berasal dari Jepang

Junko Tabei adalah seorang pendaki gunung perintis dari Jepang. Ia mengukir sejarah pada 16 Mei 1975. Ia adalah perempuan pertama yang mencapai puncak Gunung Everest. Ia mendaki puncak kariernya dengan penuh semangat dan kegigihan. Ia memiliki pola pikir perintis. Ia memperjuangkan hak-hak perempuan di era pendakian gunung di dataran tinggi. Tabei memimpin ekspedisi ini bersama Tim Wanita Jepang. Ekspedisi EverestTimnya menghadapi masa-masa sulit, termasuk longsoran salju. 

Tekad kuat dan kepemimpinannya sebagai perempuan membantunya mengatasi hambatan-hambatan ini. Ia mencapai puncak dan kini menjadi panutan dalam dunia pendakian gunung. Pencapaiannya membuka jalan bagi para pendaki perempuan masa depan. Pencapaiannya juga menyoroti nilai ketekunan dan semangat kemanusiaan. Keduanya sangat penting untuk mengatasi tantangan yang tampaknya mustahil diatasi. Warisan Junko Tabei menginspirasi para petualang dan memperjuangkan kesetaraan gender di segala bidang.

Fakta-5: Everest Digunakan sebagai Pangkalan Olahraga Ekstrem

Gunung Everest adalah surga bagi para pendaki dan basis berbagai olahraga ekstrem. Gunung ini menarik para pencari sensasi. Mereka datang untuk aktivitas seperti ski dan snowboarding. Mereka juga datang untuk BASE jumping dari objek tetap seperti tebing. Medan berbatu, turunan curam, medan terjal, dan cuaca badai membuat para penggemar tidak bisa bersenang-senang. Misalnya, Air Terjun Es Khumbu adalah bagian berbahaya dari Pendakian Gunung EverestTempat ini menarik para pendaki es yang ingin menjelajahi menara es raksasa dan celah-celahnya yang dalam. 

Pegunungan Himalaya juga menawarkan paralayang dan wingsuit flying untuk area praktis yang unik. Para atlet dapat melompat dari titik tinggi dan terbang di atas pegunungan. Olahraga ini ekstrem dan kreatif. Olahraga ini menunjukkan batas daya tahan dan kemampuan manusia. Selain itu, Gunung Everest juga menawarkan beragam kegiatan olahraga dan pariwisata.

Fakta-6: Gunung Everest Naik 40 cm Per Abad

Gunung Everest tumbuh lebih tinggi sekitar 4 milimeter (0.16 inci) per tahun. Ini berarti sekitar 40 sentimeter (15.7 inci) per abad. Tumbukan tektonik yang terus-menerus antara lempeng India dan Eurasia mendorong pertumbuhan ini. Lempeng-lempeng raksasa ini saling dorong. Tekanannya sangat besar. Tekanan ini menyebabkan kerak Bumi melengkung dan mengangkat Pegunungan Himalaya.

Selain meningkatkan ketinggian gunung secara bertahap, hal ini juga meningkatkan kemungkinan gempa bumi. Gunung Everest terus naik. Ini menunjukkan permukaan Bumi terus bergeser akibat gaya tektonik.

Fakta-7: Everest Telah Dipanjat Lebih dari 9,000 Kali

Pada tahun 1953, Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay pertama kali mencapai puncak Gunung Everest. Sejak saat itu, pendaki di seluruh dunia telah mencapainya lebih dari 9,000 kali. Menariknya, pencapaian ini menunjukkan bahwa pencarian Gunung Everest tetap menjadi impian yang terkenal dan menantang bagi para pendaki. Namun, pendakiannya tetaplah sulit. Sulit, bahkan dengan berbagai macam penolakan dari orang-orang. Pendakian ini membutuhkan kekuatan, daya tahan, dan perencanaan.

Para pendaki menghadapi banyak kendala, termasuk cuaca, ketinggian, Air Terjun Es Khumbu, Jalur Selatan, dan sebagainya. Pariwisata di Everest telah menjadi masalah. Hal ini menyebabkan kepadatan pendaki dan merusak lingkungan gunung. Hal ini mendorong orang-orang untuk melakukan tur dan kegiatan amal. Mereka ingin menetapkan langkah-langkah untuk melindungi gunung ini bagi generasi mendatang.

Fakta-8: Sekitar 300 Orang Meninggal di Gunung Everest

Mendaki Gunung Everest sangat sulit. Ada risiko kematian. Gunung ini telah menewaskan sekitar 300 orang. Faktor risiko pendakian ini meliputi cuaca dingin, angin, longsor, dan terjatuh. "Zona Kematian" berada di atas 8,000 meter (26,247 kaki). Zona ini menimbulkan risiko yang signifikan karena kekurangan oksigen, cuaca buruk, dan kelelahan.

Sepatu Hijau Everest: mayat di Gunung Everest

Banyak jenazah pendaki yang meninggal masih berada di gunung. Kondisi yang keras membuat proses pemulihan menjadi rumit dan berisiko. Kecelakaan-kecelakaan ini menjadi pengingat suram akan bahaya pendakian di ketinggian. Kecelakaan-kecelakaan ini menunjukkan pentingnya menghormati perbukitan dan mematuhi semua aturan keselamatan. Meskipun demikian, para pendaki terus kembali ke Everest.

Fakta-9: Gunung Everest Memiliki Banyak Rute Pendakian

Ada banyak rute yang jelas menuju puncak Gunung Everest. Masing-masing memiliki tantangan dan manfaatnya sendiri. Rute terpopuler dari Nepal adalah Jalur Tenggara. Rute lainnya adalah Jalur Timur Laut dari Tibet.

Punggungan Tenggara: Rute ini, yang pertama kali berhasil didaki oleh Sir Edmund Hillary dan Tenzing Norgay pada tahun 1953, merupakan rute yang paling sering digunakan. Para pendaki memulai pendakian dari base camp di Nepal. Mereka melintasi Air Terjun Es Khumbu, Western Cwm, dan Lhotse Face. Kemudian, mereka mencapai South Col sebelum pendakian terakhir menuju puncak. Para pendaki mengenal rute ini karena air terjun esnya yang berbahaya, ceruk-es batu, dan pendakian Hillary Step yang menantang.

Punggungan Timur Laut: Rute ini dimulai dari sisi Tibet dan pertama kali berhasil didaki oleh tim Tiongkok pada tahun 1960. Para pendaki menghadapi tantangan, termasuk North Col dan Three Steps, tebing-tebing tinggi di puncak. Mereka juga menghadapi lintasan panjang menuju puncak. Punggungan Timur Laut lebih sulit, karena lebih rentan terhadap angin kencang dan cuaca buruk.

Para pendaki lebih jarang memilih jalur lain, seperti West Ridge dan East Face. Lebih sedikit pendaki yang pergi ke sana untuk memecahkan masalah baru dan bertemu lebih sedikit orang. Setiap jalur membutuhkan persiapan. Jalur tersebut harus beradaptasi dan mengagumi gunung. Gunung itu sulit diprediksi.

Fakta-10: Orang Termuda yang Mendaki Gunung Everest Berusia 13 Tahun

Jordan Romero adalah seorang remaja Amerika. Ia menjadi pendaki termuda yang mendaki Gunung Everest pada usia 13 tahun, tepatnya pada 22 Mei 2010. Romero mendaki rute Northeast Ridge dari sisi Tibet. Ia bersama ayah dan ibu tirinya. Hal ini saja sudah menjadi bagian dari impiannya untuk menaklukkan Tujuh Puncak, puncak tertinggi di tujuh benua. Namun, keberhasilan Romero dalam mencapai puncak membuktikan bahwa ia layak untuk mendakinya. Hal ini juga memicu kontroversi mengenai usia yang tepat untuk pendakian yang mematikan tersebut. 

Para penentang mengatakan mereka khawatir akan bahaya pendakian bagi pemuda tersebut. Para pendukung mencatat bahwa ia menunjukkan ketekunan yang luar biasa. Ia berlatih untuk pendakian tersebut. Pencapaian Jordan Romero merupakan tonggak sejarah yang baik dalam dunia pendakian gunung. Hal ini terutama berkat para pendaki muda. Mereka telah menunjukkan kemampuan mereka untuk menaklukkan gunung.

Beberapa Fakta Menarik tentang Gunung Everest

  • Gunung Everest Memiliki Dua Ketinggian: Anehnya, Gunung Everest (satu gunung) memiliki dua ketinggian yang berbeda. Dari keduanya, satu adalah 8,848.86 m, dan yang lainnya 8,844.43 m. Ketinggian 8,848.86 dikenal sebagai ketinggian salju, karena diukur di permukaan yang tertutup salju. Ketinggian tersebut diakui bersama oleh pemerintah Tiongkok dan Nepal pada tahun 2020. Demikian pula, 8,844.43 m adalah ketinggian geologis, yang dikenal sebagai "Ketinggian Batu". Tiongkok mengukur ketinggian tersebut tanpa salju atau es.
  • Tidak Ada Kehidupan di Puncak Gunung Everest: Puncak Gunung Everest tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Demikian pula, tidak ada kehidupan di puncaknya karena suhunya selalu di bawah -20°C. Demikian pula, tidak ada akses ke makanan dan air di sana. Cuaca yang keras dan kadar oksigen yang rendah tidak mendukung kehidupan di puncak Everest.
  • Tahun 1953 merupakan tahun yang membanggakan bagi Everest yang perkasa: Edmund Hillary dari Selandia Baru dan Tenzing Norgay, seorang Sherpa Nepal, pertama kali mencapai puncak Gunung Everest pada tanggal 29 Mei 1953. Tanggal tersebut merupakan tahun pendakian bersejarah; sepanjang tahun tersebut, hanya satu ekspedisi ke Everest per tahun yang diizinkan bagi pendaki asing.
  • Mayat adalah hal yang umum: Ketika pendaki meninggal saat mencapai puncak di Everest Base Camp, jenazah mereka tetap berada di area tempat mereka meninggal, karena tanah es yang keras membuat jenazah tidak dapat dikubur. Oleh karena itu, pemandangan jenazah di sepanjang jalan menuju Gunung Everest merupakan hal yang umum. Longsoran salju, kelelahan, hipoksia, dan hipotermia merupakan penyebab kematian yang signifikan.
  • Ada “Aturan Jam 2” untuk Mendaki Gunung Everest: Mematuhi aturan pukul 2 siang saat mendaki puncak Gunung Everest adalah wajib. Mencapai puncak sebelum pukul 2 siang sangat penting karena cuaca di wilayah Everest tidak menentu dan keras.
  • Ada Putri Tidur di Gunung Everest: Francis Arsentiev, perempuan pertama yang mendaki Gunung Everest tanpa pasokan oksigen. Sayangnya, Hipotermia dan Edema Serebral membunuhnya dalam perjalanan pulang. Sejak saat itu, jasadnya tertidur lelap di pangkuan Everest, yang dikenal sebagai "Putri Tidur Gunung Everest".
  • Everest Telah Dipanjat Lebih dari 9,000 Kali: Salah satu fakta paling menarik tentang Gunung Everest adalah bahwa gunung ini telah didaki oleh lebih dari 5000 orang sebanyak 9000 kali.
  • Dibutuhkan 10 Minggu Untuk Mendaki Gunung Everest: Mendaki Gunung Everest memang menantang, seperti yang telah kita bahas. Petualangan ini membutuhkan waktu 10 minggu hingga 2 bulan untuk menyelesaikan dan kembali.
  • Gunung Everest bukanlah gunung tertinggi di planet ini: Mauna Kea, yang terletak di Hawaii (gunung berapi yang telah punah) pada ketinggian 10,200 m, secara teknis merupakan titik tertinggi di planet ini. Namun, sebagian besar puncaknya berada di bawah permukaan laut. Sebaliknya, bagian Gunung Everest terletak di atas permukaan laut, menjadikannya puncak dunia.

Perjalanan ke Gunung Everest melibatkan melewati Zona Kematian: Zona kematian adalah area di atas 8000 m. Dari Camp IV, puncak Gunung Everest, para pendaki memasuki zona kematian. 95% pendaki di zona ini menghadapi kekurangan oksigen dan suhu dingin yang ekstrem.

Kesimpulan

Gunung Everest adalah puncak tertinggi di dunia. Gunung ini merupakan bukti kekuatan dan keindahan alam yang luar biasa. Tingginya mencapai 8,848 meter (29,029 kaki). Gunung ini memberikan tantangan tersendiri bagi para pendaki. Gunung ini menginspirasi hati para pelancong dan pecinta alam. Bukit ini memiliki nilai budaya. Gunung ini juga memiliki beragam tumbuhan dan hewan. Perubahan lingkungan yang konstan membuatnya menarik untuk dijelajahi dan direnungkan. 

Bahkan hingga kini, kita masih bisa melihat sikap bak peziarah di antara para pendaki. Setiap pendaki bisa menjadi bagian dari 'dunia' fantastis yang menjadi magnet kuat bagi para pendaki. Itulah sebabnya Gunung Everest menjadi pusat perhatian dunia. Ia berada di ujungnya. Di sana, manusia menghadapi kekuatan dahsyat Bumi.

Rencanakan Langkah Anda Berikutnya
Perjalanan ke Himalaya!

Kami merencanakan perjalanan liburan yang disesuaikan dan fleksibel sesuai dengan durasi liburan Anda, keinginan tambahan, dan permintaan Anda.

Rencanakan Perjalanan Anda
rencana-i
profil
WhatsApp Klik Untuk Mengobrol